Gedung Putih Kecam Filipina Soal Penarikan Pasukan
Jumat, 16 Jul 2004 11:24 WIB
Jakarta -
Gedung Putih terus melontarkan kecaman kepada pemerintah Filipina karena keputusannya menarik pasukan dari Irak lebih cepat dari jadwal. Penarikan yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawa sandera Filipina ini, memberikan sinyal yang salah bagi para teroris.Demikian disampaikan Juru Bicara Gedung Putih Scott McClellan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/7/2004)."Mengecewakan melihat keputusam yang memberikan sinyal yang salah bagi para teroris," tukas McClellan. "Anda tidak bisa bernegosiasi dengan para teroris atau membuat perdamaian terpisah dengan teroris. Dan kami tahu bahwa mereka telah membuat keputusan untuk menarik 51 pasukan lebih cepat dari jadwal," imbuhnya.Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri AS Colin Powell. Menurutnya, dengan menyerah kepada teroris hanya akan mendorong mereka untuk melakukan aksinya kembali. Sebaliknya Powell memuji Korea Selatan (Korsel) dan Bulgaria -- keduanya juga menempatkan pasukannya di Irak -- yang tidak menyerah sedikit pun meski mereka diuji dengan sangat berat melalui penculikan dan pemenggalan warganya."Dalam masa-masa sulit ini kita harus tetap tegar," tandas Powell.Kelompok bersenjata Irak telah mengancam akan membunuh warga Filipina yang mereka culik pekan lalu, jika pemerintah Filipina tidak menarik pasukannya dari Irak secepat mungkin.
(ita/)










































