Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) M Jafar Hafsah optimis sikap partai anggota koalisi bisa solid dalam rangka proses pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Jafar, sikap anggota partai koalisi yang dikabarkan saat ini pecah menjelang pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan calon Pimpinan KPK adalah tidak benar. Kalaupun nantinya ada perbedaan pendapat saat pelaksanaan fit and propertest diyakininya sebagai bentuk demokratis. Namun, dia yakin sikap anggota partai koalisi bisa solid, sehingga tak diperlukan lagi pelaksanaan voting dalam pemilihan pimpinan KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jafar mengungkapkan, dalam proses pemilihan pimpinan KPK, FPD telah mempunyai dasar penilaian yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja KPK kelak. Calon Pimpinan KPK harus mengerti akan substansi tugas dan kewenangan yang akan diembannya. Sehingga hal tersebut bisa melahirkan sebuah strategi atau program baik dari hulu dan hilir dalam proses pemberantasan korupsi.
"Seperti bagaimana langkah-langkahnya, baik itu program preventif, pengawasan, ataupun penindakan. Selain perbaikan hubungan antarlembaga penegak hukum. Tentu hal itu bisa diperoleh dari calon yang memiliki integritas, kapabilitas, komitmen serta latar belakang calon," ujarnya.
Berdasarkan hal itu, Jafar mengakui saat ini FPD telah mengantongi nama-nama calon Pimpinan KPK yang akan diperjuangkan saat uji kelayakan dan kepatutan nanti. Namun, ia masih enggan menyebutkan sosok yang dijagokan fraksinya. Alasannya, pelaksanaan uji kelayakan dan kepatuhan masih akan berlangsung dan dikhawatirkan bisa memengaruhinya.
Untuk diketahui, Komisi III DPR hari ini akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan capim KPK bagi delapan calon. Mereka antara lain, Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, Handoyo, Abraham, Zulkarnaen, Adnan Pandu Pradja, dan Ariyanto Sutadi.
"Fit and propertest kan baru akan dimulai, dan kita akan lihat lagi nanti bagaimana perkembangannya. Kita juga akan melihat bagaimana masukan atau respon dari masyarakat. Kalau nama tentu kami sudah ada catatan-catatan yang jadi perhatian kami. Tapi untuk pastinya nanti saja," tukasnya.
(nwk/nwk)











































