Demikian disampaikan oleh Sekjen PPP, M Romahurmuziy saat dihubungi detikcom, Minggu (20/11/2011) malam. Pria yang akrab disapa Romi ini menilai, selama ini Setgab lebih banyak berfungsi secara ad hoc, terutama menyangkut isu tematik dan terkait kepentingan Partai Demokrat.
"Demokrat yang mengajak membentuk Setgab, kalau merasa Setgab harus dipertahakan, ya harus mengayomi anggota yang lain. Kalau keinginan anggota tidak diberi ruang, daripada sekedar jadi nama, lebih baik dibubarkan," ujar Romi.
Namun demikian, Romi melihat tipikal Presiden SBY bukan sebagai orang yang dengan mudah membubarkan apa yang sudah dia bentuk. SBY akan tetap mempertahankan Setgab hingga akhir pemerintahannya.
"Jadi saya katakan, membubarkan Setgab tidak mungkin, dengan tipikal SBY yang kita tahu. SBY kan tipikal yang mengedepankan suasana solidarity maker," tegasnya.
Romi menyarankan, jika memang ada anggota yang merasa tidak sejalan dengan Setgab koalisi, lebih baik keluar. Sebab, Setgab sulit untuk dibubarkan.
"Kalau memang anggota merasa tidak cocok, ya lebih baik keluar. Karena membubarkan Setgab adalah opsi yang sulit dilakukan SBY. Kalau anggota merasa tidak sejalan, aspirasi banyak diabaikan, ya lebih baik keluar," tandas Romi.
Eksistensi Setgab Partai Koalisi akan menjadi menu pembahasan Rakernas Partai Amanat Nasional pada 10-11 Desember mendatang. Dua politikus PAN, Bima Arya Sugiarto dan Putra Jaya Husin bahkan mengungkapkan usul agar Setgab itu dibubarkan saja karena mengalami disfungsi politik.
Menurut Bima, "Tidak menutup kemungkinan (Setgab) dibahas di Rakernas. Apa yang PAN bisa kontribusikan supaya persoalan ini tidak selalu menjadi permasalahan di kemudian hari. Ya, apakah ada kajian format baru terhadap Setgab, apakah posisi PAN dengan Setgab dan..."
"Kalau tidak berpolitik lebih baik dibubarkan saja," potong Putra dalam jumpa pers di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (20/11).
(nvc/mok)











































