Cerita ini disampaikan staf khusus Gubernur Sulut Bidang Investasi, Jackson Kumaat yang kebetulan tengah berada di negeri kincir angin tersebut. Jackson menceritakan, atribut-atribut yang ia lihat ini berada di sebuah bangunan ruko beralamat di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda.
"Bagi sebagian besar warga Belanda yang tinggal di Belanda, kebebasan berekspresi dan pluralisme merupakan sikap yang dijunjung. Tapi bagi saya, pemasangan bendera OPM di sebuah bangunan ruko di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda ini, merupakan ‘sinyal bahaya’ dalam menjaga keutuhan NKRI," ujar Jackson dalam surat elektroniknya ke detikcom, Senin (21/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toko tersebut, jelas Jackson, mirip sebuah kantor LSM. Bukan hanya menampilkan atribut-atribut OPM, ruko ini juga menerima donasi atau sumbangan bagi kegiatan lobi Papua Merdeka di luar negeri, khususnya di Belanda.
Saat mengunjungi ruko itu, Jackson sempat berbincang dengan seorang petugasnya. Warga negara Belanda ini menilai, dukungan negara-negara Eropa sangat penting dalam mendukung kemerdekaan propinsi Papua dan Papua Barat. Dari informasi yang diperoleh, pemilik ruko itu bernama Boodschap van Benny Wenda.
"Saya berharap Papua dan Papua Barat segera merdeka. Negara-negara Eropa perlu mendukung kami agar pemerintah Indonesia menggelar referendum, untuk menentukan masa depan kedua provinsi tersebut," jelas Jackson menirukan perkataan pria tersebut.
(mok/ndr)











































