"Silakan PAN bahas dan jagokan siapa pun untuk capres 2014. Kami tak akan campur-tangan apalagi cawe-cawe untuk urusan parpol lain," tutur Wasekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, kepada detikcom, Senin (21/11/2011).
Ramadhan menjelaskan, partainya menghormati jika memang benar PAN sudah memutuskan untuk mendukung Hatta sebagai calon presiden untuk Pilpres 2014 mendatang. Meski PAN dan Partai Demokrat tergabung dalam satu koalisi pemerintahan, kedua partai ini tidak pernah saling campur urusan internal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai Demokrat kembali menegaskan tidak akan ikut-ikutan mendeklarasikan jagoan mereka untuk Pilpres mendatang. "PD punya momentum dan format tersendiri untuk dalam urusan balon capres. Pokoknya masih jauh banget dibahas, apalagi diputuskan," tandasnya.
Setelah Partai Golkar yang resmi mendukung Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie, kini giliran PAN yang mulai ikut-ikutan. PAN berencana membahas soal kesiapan Hatta pada Rapat Kerja Nasional pada 10-11 Desember mendatang.
Bahkan sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah PAN menginginkan supaya Hatta mundur dari kabinet. Hal itu supaya Hatta bisa mempersiapkan diri lebih jauh dan matang menghadapi Pilpres 2014.
"Pada intinya memang ada suara-suara di kader yang ingin Bang Hatta lebih tancap gas-lah. Selama ini Bang Hatta fokus sebagai menko," kata Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto di Kantor DPP PAN, Minggu (20/11) kemarin.
(mok/nvc)











































