Saat penimbangan oleh Almazroi Cargo dengan diawasi petugas haji Indonesia, memang tidak sampai menelisik jenis barang yang dibawa jamaah. Regulasi soal berat dan isi koper telah disosialisasikan jauh hari dan ditempel di dinding-dinding hotel. Isinya antara lain, koper maksimal 32 kg, tas tentengan 7 kg dan dilarang membawa air zamzam. Koper dan tas tenteng juga yang berlogo Garuda, selain itu tidak akan digubris.
Dalam penimbangan di kloter 12 PDG (embarkasi Padang) terjadi kasus air zamzam yang disimpan di koper seorang jamaah bocor atau pecah. Koper itu pun basah. Nah, koper-koper di sekitarnya ikut-ikutan basah. Ibu-ibu yang kopernya ikut basah, komplain. Mereka meminta agar koper pemicu masalah itu dijauhkan dari koper mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun satu botol saja, dilarang, karena itu sudah jadi peraturan," kata Sofian di sela-sela mengawasi penimbangan kopor kloter UPG 16 di Hotel Bader Al Gumamah.
Pemilik koper yang air zamzamnya pecah itu saat ini tengah menunaikan salat arbain di Masjid Nabawi. "Nanti sebelum koper diberangkatkan sebaiknya dibongkar," kata Sofian.
Sejumlah jamaah ngeyel membawa air zamzam, yang ditabungnya sedikit demi sedikit dari Masjidil Haram, Makkah. "Mereka beralasan, ini kan bawa berkah," kata Sofian. Ada juga jamaah yang mendebat imbauan petugas dengan menyebut," itu hanya teori."
Sementara itu, Ketua Kloter UPG 16 (embarkasi Makassar), Sawal, menuturkan, pihaknya telah berusaha mengawasi isi koper jamaah agar tidak membawa barang cair seperti air zamzam dan minyak zaitun. Namun dia tak memungkiri ada jamaah yang mencoba berspekulasi. "Itu menjadi tanggung jawab mereka di Jeddah. Sudah ada risikonya," katanya.
Pernah dia melihat ada koper jamaah yang berisi 10 botol air zamzam. Tapi setelah diberi penjelasan, jamaah itu bersedia membongkar kopernya. "Kecewa sih, tapi ini kan demi keselamatan penerbangan," katanya.
Hardi, jamaah dari SOC 44 (embarkasi Solo), menuturkan, dia juga memasukkan 5 liter air zamzam ke koper. Jamaah sekloternya juga ada. Hardi dkk nekat membawa air suci itu dengan pertimbangan, tidak ada salahnya asal dikemas dengan baik agar tidak bocor. Tapi kalau ada pemeriksaan di bandara, dan air itu harus dikeluarkan, dia akan manut saja. "Kami sudah paham risiko," kata hardi yang koper kloternya akan ditimbang usai zuhur.
Meski demikian, Hardi yang berhaji bersama istrinya, saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan air zamzam itu.
Larangan membawa benda cair, termasuk air zamzam, sesuai dengan aturan penerbangan internasional. Ditambah lagi pemerintah Saudi memperketat arus keluar air zamzam menyusul munculnya berita dari Inggris pertengahan tahun ini bahwa air zamzam yang dijual di toko Muslim di Inggris, terkontaminasi. Jamaah akan mendapatkan air zamzam 5 liter setiba di debarkasi masing-masing.
(nrl/mok)











































