"Buku ini lahir karena kegundahan publik terhadap kasus korupsi yang selama ini tidak pernah terselesaikan. Dulu kasusnya di-blowup besar-besaran, tapi sekarang senyap-senyap saja, sunyi-sunyi saja," ujar Bambang Soesatyo dalam acara peluncuran buku tersebut di Restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2011).
Bambang mencontohkan sejumlah kasus yang digembor-gemborkan di awal, namun pada akhirnya cenderung terlupakan. Bahkan banyak kasus-kasus besar yang hingga kini tak jelas kelanjutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, pemerintahan Presiden SBY yang pada awalnya menggaungkan pemberantasan korupsi sebagai agenda utama, kini hanya tinggal janji. Komitmen SBY terhadap pemberantasan korupsi dinilai tidak kuat.
"Selama ini SBY bilang bahwa dia akan menjadi yang terdepan dalam memberantas korupsi, namun realitasnya perang melawan korupsi hanyalah perang-perangan.Perang bohongan, yang beneran adalah korupsinya," jelas politisi Golkar ini.
Kehadiran buku ini, diharapkan mampu mengingatkan publik bahwa masih banyak tugas pemberantasan korupsi yang belum diselesaikan oleh pemerintahan SBY. Dalam buku setebal 354 halaman ini, Bambang lebih banyak mengulas permasalahan hukum di bawah pemerintahan Presiden SBY.
Dalam setiap bab, dia menampilkan ulasan sejumlah kasus yang melibatkan politisi dan menteri era pemerintahan SBY. Misalnya saja Nazaruddin, indikasi korupsi di Kemenakertrans, remisi untuk para koruptor, dan mega skandal Bank Century.
(nvc/nvt)











































