Pertemuan dimulai pada pukul 09.00 WITA, Minggu (20/11/2011), bertempat di ballroom Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali.
"Kita sesungguhnya punya niat baik membicarakan berbagai isu, termasuk yang sensitif. Kalau itu tidak kita bicarakan, tidak baik," ujar SBY dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, SBY menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif Australia dalam East Asia Summit 9. Forum tersebut penting untuk satukan langkah bersama hadapai masalah global demi masa depan kawasan yang lebih baik.
"Hubungan bilateral berkembang baik, tak ada masalah merisaukan atau mengganggu. Meskipun ada isu-isu bilateral yang dibicarakan denan baik sambil terus mencari peluang yang baru," tambah SBY.
Sementara PM Julia Gillar di dalam sambutannya menyampaikan selamat atas bergabungnya Rusia dan AS dalam East Asia Summit. Dia berharap forum ini akan lebih mampu melakukan aksi nyata mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
"Saya percaya kepemimpinan Bapak akan membawa situasi yang baik di kawasan," ujar Gillard.
Tidak disebutkan juga, apa saja masalah sensitif yang dibicarakan. Namun merujuk perkembangan terkini, setidaknya ada tiga isu penting yang menjadi perhatian Indonesia dan Australia.
Pertama, penambahan jumlah pasukan AS di pangkalan militernya di Darwin, Australia. Dua, pembentukan forum kerja sama perdagangan bebas Trans Pasifik Partnership yang Indonesia tolak.
Tiga, masalah penegakan HAM dan kemerdekaan Papua. Banyak LSM dan politikus di Australia yang hampir setiap tahun mengangkat isu tersebut, walau sikap resmi pemerintahnya adalah mendukung Papua sebagai bagian NKRI.
Usai pertemuan ditandatangani MoU kerja sama mengatasi trans nasional crime. Dokumen MoU ditandangani Kapolri Timur Pradopo dan Komisioner Kepolisan Australia Tony Negus.
Usai pertemuan ditandatangani MoU kerja sama mengatasi trans nasional crime. Dokumen MoU ditandangani Kapolri Timur Pradopo dan Komisioner Kepolisan Australia Tony Negus.
(lh/vit)











































