Khusus untuk hari ini, 2 jamaah wafat adalah Aswadi (70), asal kloter 52 SOC (embarkasi Solo) dari Kabupaten Brebes. Aswadi meninggal di pondokan di Madinah pukul 06.55 WAS. Sedangkan Harsiwi (58) dari kloter SOC 58 (Kabupaten Klaten), meninggal di pondokan di Makkah pukul 05.00 WAS. Sementara pada Jumat 18 November, yang meninggal ada 10 orang, semuanya di Makkah.
Mayoritas jamaah wafat berusia lebih 65 tahun sebanyak 198 orang. Tahun ini jumlah jamaah sepuh yang menyandang status kesehatan risti (risiko tinggi) memang cukup banyak, namun tahun depan lebih banyak lagi karena jamaah di atas 60 tahun menjadi prioritas diberangkatkan oleh pemerintah. Menurut jenis kelamin, jamaah wafat didominasi pria yaitu 239 orang atau 66 persen.
Menurut tempat meninggal, 287 di Makkah (79,3%), 35 di Madinah, Mina 26, Jeddah 8 orang. Menurut embarkasi, jamaah dari embarkasi Surabaya tertinggi sebanyak 66 orang, disusul embarkasi Solo 63 orang.
Sementara, jumlah jamaah yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah hingga malam ini 6 orang saja.
(nrl/anw)











































