Kafiyeh dan baju jamaah berkelebat diterpa angin. Baju-baju dagangan toko-toko yang baru buka kembali usai salat, juga seolah terbang. Angin siang ini terasa lebih kencang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tak cuma sekali, angin kencang ini terjadi berkali-kali. Seorang jamaah dari negara asing bahkan terpaksa berlari mengejar kopyahnya yang dibawa kabur sang bayu.
Menurut weather.com, angin di Madinah siang hari ini memang cukup kencang, mencapai 12 miles per hour (mph). Sebagai perbandingan, Jakarta pada Sabtu siang hari angin bertiup 3 mph saja.
Cuaca di Madinah memang sedang berubah. Selain angin kencang sesekali datang, juga hawa semakin sejuk/dingin. Hari Sabtu di siang hari, cuaca tercatat 27,2 derajat Celcius. Pada malam hari nanti 15 derajat Celcius dengan kecepatan angin 9 mph. Sedangkan Minggu siang besok, suhu tertinggi 27,2 derajat Celcius dengan kecepatan angin 7 mph, terendah 13,8 derajat Celcius. Menjelang akhir bulan, suhu terendah nantinya akan mencapai 12,7 derajat Celcius.
Sedangkan Indonesia yang saat ini sering hujan, pada Sabtu malam ini suhu di kisaran 27,7 namun panasnya terasa di 32 derajat Celcius. Minggu besok, suhu terendah adalah 26 derajat Celcius dan tertinggi 31,6 derajat Celcius dengan kecepatan angin maksimal 6 mph.
Karena cuaca di Madinah yang berubah, jamaah haji yang sedang di Kota Nabi diimbau untuk memakai masker untuk menjaga kesehatan. Tak lupa, makan, minum dan istirahat yang cukup. Infeksi pernafasan seperti influenza, menjadi kasus yang menonjol pada kedatangan jamaah di Madinah fase II ini.
(nrl/anw)











































