Sebelum menyawer penambang pasir Ibu Surati (55) yang merupakan warga Dusun Kemiren, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang JK sempat berdialog soal kegiatan penambangan pasir yang merupakan mata pencaharian warga sehari-hari.
"Kumpulkan pasir berapa? Satu truk berapa orang? Dua orang? tanya JK, Sabtu (19/11/2011). "Ya," jawab Surati singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suami kerja apa?" tanya JK lagi. โTukang naik kelapa ambil nira itu lho Pak."
Surati memaparkan, dalam sehari menambang pasir, dia bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 30 ribu saja. "Sehari 30 ribu-35 ribu pak nanti ada buat yang muat anak empat," kata Surati.
"Anu ini buat situ," lanjut JK sambil menyawer ke Surati.
"Makasih, makasih Pak," kata Surati sambil menerima saweran JK.
Kedatangan JK yang disambut hujan gerimis itu didampingi Ketua Umum PMI Jateng Sasongko Tedjo disambut oleh Kepala Desa Jumoyo Sungkono dan Ketua PMI Kabupaten Magelang Eko Triyono.
Usai berdialog JK menyatakan dirinya selaku Ketua PMI pusat siap membantu dan mendukung PMI Jateng, PMI Magelang dan desa-desa yang terancam bencana banjir lahar dingin di Magelang.
Tentunya dengan menyediakan kebutuhan logistik, shelter, air bersih dan kebutuhan apa saja. Sebab, salah satu tugas pokok PMI adalah mengurangi penderitaan masyarakat dan bersama masyarakat menghindari bencana.
"Kita mendukung PMI Magelang dan Kepala Desa PMI Jateng dan Pusat mendukung apa saja kebutuhan. Shelter, logistik dan air bersih. PMI Kepada mengurangi penderitaan masyarakat dan menghindari bencana. Itu prinsip pokoknya," papar JK.
Termasuk mengurangi beban penderitaan masyarakat dengan cara melatih ketrampilan penyelamatan dini terhadap relawan-relawan yang merupakan bagian dari masyarakat.
"Apa saja untuk mengurangi beban masyarakat atau mengurangi beban penderitaan masyarakat atau melatih masyarakat bersama kepala daetrah setempat," tegas JK.
Saat ini, JK menyatakan persediaan logistik dan peralatan seperti tenda untuk shelter serta kebutuhan lain siap dan sudah ada persediaan yang cukup. Termasuk obat-obatan juga sudah tersedia.
"Persediaan tenda cukup. Cukup. Di sini Magelang ada persiapan. Di Semarang ada persiapan. Di Jogja ada persiapan. Mau 1000 tenda ada. Kalau kurang jakarta siap kirim," ujar JK.
JK menyatakan ancaman banjir lahar dingin merupakan salah satu prioritas kegiatan penaggulangan bencana PMI. Untuk itu harus dipersiapkan lebih matang antisipasinya sebelum bencana datang.
"Becana harus dipersiapkan sebelum datang bencana. Jangan ada bencana langsung tanggap. Palang merah begitu. Memang itu juga pekerjaan masyarakat. Relawan, selalu bersama masyarakat. Melatih relawan sekaligus melatih masyarakat," tutur JK.
JK mengajak masyarakat sekitar Kali Putih dan Kali Pabelan untuk selalu berdoa agar selalu terhindar bencana dari terjangan banjir lahar dingin yang sampai saat ini mengancam.
"Kita berdoa saja. Doanya Ya Allah hindari langit dari malapetaka. Tetapi kalau ada bencana kita siap mengatasinya," jelas JK.
JK juga menyatakan kedatanganya tidak hanya untuk meberikan bantuan saja. Tetapi juga ingin melihat secara langsung kondisi Kali Putih yang merupakan jalur terjangan banjir lahar dingin Merapi yang sampai sekarang jadi ancaman.
(anw/anw)











































