Hujan Deras, Warga Bantaran Kali Code Siaga

Hujan Deras, Warga Bantaran Kali Code Siaga

- detikNews
Sabtu, 19 Nov 2011 18:21 WIB
Hujan Deras, Warga Bantaran Kali Code Siaga
Yogyakarta - Hujan deras mengguyur wilayah Yogyakarta mengakibatkan arus Sungai Code meningkat. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Code di Kota Yogyakarta bersiaga bila sungai meluap dan terjadi banjir.

Hujan deras terjadi selama hampir dua jam mulai pukul 14.30-16.30 WIB. Luapan Sungai Code yang membelah Kota Yogyakarta itu tidak diakibatkan banjir lahar dari Kali Boyong yang berhulu di Gunung Merapi. Meski sebelumnya kawasan lereng Merapi bagian selatan sempat diguyur hujan deras.

Berdasarkan pantauan detikcom, warga bantaran Sungai Code yang bersiaga di antaranya Kampung Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kampung Jogoyudan Kecamatan Jetis, Kampung Tukangan, Juminahan Danurejan, Jagalan, Prawirodirjan Gondomanan, Lowanu Surosutan dan Karanganyar Mergangsan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meluapnya Sungai Code akibat air dari semua saluran air hujan, parit dan selokan semuanya masuk ke sungai. Akibatnya debit sungai meningkat. Material yang terbawa saat banjir bukan pasir atau batuan Merapi, namun lebih banyak lumpur dan sampah-sampah. Beberapa batang rumpun bambu dan pohon juga sempat terbawa arus.

Selain Sungai Code, Sungai Belik/Kali Mambu yang berada di daerah Batikan/Celeban Umbulharjo juga sempat meluap. Luapan banjir di Kali Mambu juga mengakibatkan tanggul pembatas jalan Batikan longsor. Warga sekitar terpaksa menutup ruas jalan yang menghubungkan Jl Menteri Supeno dengan Jl Kusumanegara.

"Banjir belum masuk ke pemukiman warga. Sekitar satu meter di bawah pembatas tanggul," ungkap Suyono salah seorang warga Mergangsan yang memantau banjir di dam Tungkak, Kelurahan Brontokusuman.

Menurut dia, warga Kampung Lowanu dan Karanganyar yang berada di pinggir tanggul sungai sudah bersiaga di rumah masing-masing sejak terjadi hujan deras. Warga siap mengungsi bila terjadi banjir untuk menuju tempat pengungsian yang telah disiapkan.

"Pasir di bawah dam sudah tinggi meski tiap hari dikeruk sehingga hujan beberapa jam saja langsung meluap, namun masih dalam batas normal sehingga belum perlu mengungsi," katanya.

(bgs/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads