"Iya benar sudah ditemukan. Saat ditemukan telah menjadi mayat. Mayatnya ada di RSUD Kabupaten Tangerang," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Kabupaten Tangerang, Kompol Shinto Silitonga saat dihubungi Sabtu (19/11/2011).
Menurut Shinto, Sri Mulyati ditemukan tewas di tol Tangerang-Jakarta, persisnya di daerah Bitung, Kabupaten Tangerang. Sri Mulyati ditemukan dua jam setelah Angga ditemukan tewas dengan sangat mengenaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya kemungkinan Sri Mulyati bunuh diri atau sengaja ditabrak, Shinto belum dapat memastikan kemungkinan itu. "Kami tidak mau berasumsi. Kami juga belum memastikan siapa pembunuh Angga. Jadi belum tentu juga Sri Mulyati (ibunya) yang bunuh," katanya.
Shinto mengaku optimistis bisa menguak pembunuhan terhadap Angga seiring dengan tewasnya Sri Mulyati. "Saya tetap yakin bisa mengungkap. Tunggu waktunya saja," katanya.
Sebelumnya, Kapolres Kabupaten Tangerang, Kombes Pol Bambang Priyo Andogo mengatakan, Sri Mulyanti adalah kunci menguak tabir kasus pembunuhan Angga Saputra.
Menurut Bambang, sampai saat ini pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi yakni Sunardi, Sartono (kakak ipar), dan Yuli (kakak kandung Sri Mulyati). "Dari semua keterangan yang ada, Sri Mulyati menghilang pasca kejadian pembunuhan itu," ujar Bambang.
Mengenai motivasi pembunuhan itu, Bambang belum bisa dipastikan. Namun berdasarkan analisa, pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh masalah keluarga. "Kabarnya suami sering mengirim uang ke kampung dalam jumlah banyak. Sementara uang untuk istri sedikit. Sebab Angga selama ini diurus oleh neneknya di Sragen, Jawa Tengah," ucapnya.
Sebelumnya, Angga ditemukan bersimbah darah dengan usus terburai dan beberapa potong tubuh terpisah di rumahnya di Kampung Pasirandu, RT 09/ RW 02 Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/11) lalu sekitar pukul 06.00 WIB. Polisi menduga ibunda Angga yang melakukan mutilasi terhadap anaknya itu.
(nik/gah)











































