Hampir semua komentar-komentar bloger dan komentar dalam buku ini memuji dan merindukan sosok Soeharto.
Buku setebal 123 halaman ini diterbitkan oleh Public Policy Institute (PPI). Editornya Abdul Rohman. Diterbitkan tahun 2011. Diberikan gratis saat bedah buku di Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu (19/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Still Love Pak Harto (alm), then SBY," tulis bloger bernama Aldelender Alde.
Bagian II memuat tanggapan soal berita-berita di media seputar buku 'Pak Harto The Untold Story'. Buku yang dibedah hari ini sebelumnya telah dilaunching di TMII beberapa bulan lalu. Isinya komentar beberapa tokoh soal Soeharto. Beberapa tulisan soal buku ini telah dimuat di detikcom.
"Gw setuju banget. Gw nyesel dulu ikut demo mati-matian di DPR/MPR jaman reformasi (mending dulu kita rubuhin aja tu gedung sekalian).. Ya memang kita meruntuhkan orde baru tapi kita memulai orde super korup. Korupnya lebih parah dari jaman Pak Harto dah," tulis bloger Fairplay.
Bagian III memuat seputar kontroversi Gelar Pahlawan Untuk Soeharto. Lagi-lagi dimuat komentar para bloger yang memandang pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto sangat pantas.
Kabul Yp menulis "Bapak Soeharto layak dinobatkan pahlawan nasional dia pejuang di masa penjajahan, pemimpin bangsa yang disegani di Asia dan dunia. Peduli dengan rakyat kecil, swasembada bahan pokok, pendidikan murah, pemimpin kharismatik."
Buku ini seolah melengkapi buku 'Pak Harto The Untold Stories' yang isinya memuji sosok humanis Soeharto. Kontroversi soal sosok Soeharto memang tak pernah selesai.
(rdf/gah)










































