Sambut AS-Rusia, SBY Ingatkan Pentingnya Keamanan Asia Timur

Sambut AS-Rusia, SBY Ingatkan Pentingnya Keamanan Asia Timur

- detikNews
Sabtu, 19 Nov 2011 13:31 WIB
Sambut AS-Rusia, SBY Ingatkan Pentingnya Keamanan Asia Timur
Jakarta - Salah satu misi utama dari forum East Asia Summit (EAS) adalah bekerja sama memelihara stabilitas keamanan di kawasan Asia Timur. Hanya dengan suasana keamanan yang kondusif, maka hubungan ekonomi di antara negara-negara anggotanya dapat berlangsung lancar dan membawa manfaat nyata bagi kepentingan bersama.

Demikian dikatakan Presiden SBY ketika membuka East Asia Summit 9 di Bali Internasional Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (19/11/2011). Ini adalah kali pertama delegasi Rusia dan Amerika Serikat bertemu dalam forum kerjasama tingkat kawasan tersebut.

"Perkembangan geo politik sering bersinggungan pada geo ekonomi yang sering menimbulkan tension dan tentu kita menghadapi masalah domestik masing-masing. Kalau kita mengemukakan kepentingan masing-masing, maka tidak akan meredakan ketegangan dan tidak membawa kebaikan bagi kita bersama," kata SBY dalam pidatonya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden SBY juga mengingatkan, ada masalah fundamental yang penyelesaiannya membutuhkan kebersamaan anggota East Asia Summit. Seperti menjaga ketahanan pangan dan air, kelangsungan suplai energi dan mengantisipasi dampak buruk perubahan iklim terhadap 3,8 milliar orang di kawasan Asia Timur.

"Karenanya kerjasama kita harus utuh dan tulus. Kerjasama tingkat dunia dan kawasan, harus mencakup bidang politik, ekonomi, kemanusiaan dan lain-lain," sambung SBY.

Pada bagian awal sambutannya, Presiden SBY menyampaikan selamat bergabung kepada Rusia dan AS. Di dalam pertemuan siang ini, delegasi AS dipimpin oleh Presiden Barrack Obama dan delegasi Rusia dipimpin oleh Menlu Sergei Lavrov yang mewakili Presiden Dmitry Medvedev.

"Saya ucapkan selamat bergabung kepada AS dan Rusia. Semoga kebersamaan baru kita ini menghasilkan sesuatu untuk menjalin kerjasama di jajaran East Asia Summit," ujar SBY.

Ada empat agenda pokok yang akan dibahas dalam dua sesi pertemuan sepanjang hari ini. Mulai dari memperkuat lagi ekonomi Asia Timur, membangun dan meningkatkan secara nyata ketahanan pangan dan energi sekaligus mengatasi dampak perubahan iklim serta menanggulangi ancaman terorisme, bencana alam dan kejahatan lintas negara.

"Keempat, upaya bersama untuk memelihara perdamaian, keamanan dan stabilitas sebagai prakondisi penciptaan kemakmuran bangsa-bangsa di kawasan ini," tegas SBY.

Khusus kerjasama bidang ekonomi, krisis di eurozone menimbulkan kesulitan dan ketidakpastian ekonomi dunia masih kita saksikan. Sementara itu masalah aktual di ekonomi berdampak pada ketahanan energi, pangan, dan perubahan iklim.

Seluruh pemimpin ASEAN mengikuti East Asia Summit yang merupakan kelanjutan dari KTT ASEAN dan KTT ASEAN+3. Mereka adalah PM Hun Sen (Kamboja), PM Thongsing Thammavong (Laos), PM Dato Mohd Najib bin Tun Abdul Razak (Malaysia), Presiden Thein Sein (Myanmar), Presiden Benigno Aquino (Filipina), PM Lee Hsien Loong (Singapura).

Peserta lainnya adalah PM Wen Jiabo (China), PM Julia Gillard (Australia), Menlu Murray Mc Cully (mewakili PM Jhon Key, NZ), PM Manmohan Singh (India), PM Yoshihiko Noda, Presiden Lee Myun-bak (Korea), Menlu Sergei Lavrov (mewakili Presiden Dmitry Medvedev, Rusia) dan Presiden Barrack Obama (AS). Turut hadir Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

(lh/lia)


Berita Terkait