Kepergian ini cukup membuatnya terkejut dan tak percaya. Sebab, sehari sebelumnya atau tepat di hari Jumat (18/11/2011), pasutri ini masih bersama-sama menghadiri pernikahan kerabat mereka di Surabaya.
Hidayat tidak punya firasat apapun sebelum istrinya meninggal. Dia juga tidak tahu apa penyebab kepergian istrinya yang secara mendadak ditemukan terjatuh di kamar mandi di Hotel Marriot, Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di masjid itu, istri Hidayat disemayamkan sebelum diterbangkan ke Jakarta pada pukul 11.30 WIB.
Hidayat menduga istrinya terkena serangan mendadak. Tampak wajah duka menyelimuti Hidayat selama wawancara berlangsung.
"Mungkin karena serangan mendadak beliau tersungkur," tambahnya.
Kebersamaan mereka kemarin di Surabaya ternyata menjadi pertemuan terakhir. Saat itu, mereka juga menghabiskan waktu untuk berfoto-foto.
"Sama sekali tidak ada firasat, bahkan saat kemarin menghadiri pernikahan saudara saya, beliau bersama saya foto-fotoan. Saya bilang, sudah ya saya kembali ke Bali dulu, karena bolos sebentar," ceritanya pilu. Hidayat memang seharusnya berada di Bali untuk mengikuti KTT ASEAN.
Sebenarnya, lanjut Hidayat, usai menghadiri pernikahan istrinya akan langsung kembali ke Jakarta. Namun, karena berencana mengunjungi saudaranya di Surabaya, kepulangan Jumat (18/11) itu ditunda dan rencananya akan terbang hari ini.
"Saya sempat tanya, kenapa harus menunggu balik ke Jakarta besok, beliau bilang karena mau menengok ke rumah kakeknya di Jalan Peneleh, di Surabaya ini. Kakeknya itu Hos Cokroaminoto," ungkapnya.
Meski tak rela, Hidayat mengaku tetap pasrah. "Padahal beliau sehat wal afiat kemarin. Makanya tadi pagi saya dengar kabar nggak percaya, saya tidak terima," tuturnya dengan mata berbinar.
(lia/gus)











































