Gillard tiba di Ground Zero sekitar pukul 08.30 WITA, Sabtu (19/11/2011). Dia disambut Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Haji Bambang, relawan muslim yang saat itu berperan sangat besar dalam mengevakuasi para korban bali 12 Oktober 2002.
Di Ground Zero, Gillard yang didampingi Menteri Perdagangan Australia Craig Emerson meletakkan karangan bunga. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Haji Bambang atas keikhlasannya dalam membantu mengevakuasi para korban bom Bali.
Setelah itu, Gillard menemui beberapa warga negaranya, baik yang tengah berlibur atau menetap dan berbisnis di Pulau Dewata itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Gillard berkunjung, pengamanan di sekitar monumen sangat ketat. Dua penembak jitu Paspampres sudah bersiaga di atas pertokoan belakang monumen. Selain itu, dua kendaraan taktis Brimob juga parkir di samping. Beberapa wisatawan yang akan melewati jalan samping Monumen harus menunggu hingga Gillard meninggalkan monumen.
Usai kunjungan Gillard, Haji Bambang kembali menangis sedih. Meski 9 tahun berlalu, tragedi yang sempat membuat wisata Bali turun itu tetap meninggalkan luka mendalam. Bambang optimisistis Bali akan tetap aman. Terbukti dengan dipilihnya Bali sebagai lokasi KTT Asean tahun ini dan APEC pada tahun 2013 mendatang.
Dia sendiri mengaku awalnya tak diundang dalam kunjungan Gillard ini. Namun, Gubernur Pastika memaksanya hadir mengingat besarnya peran yang dia lakukan pasca bom meledak dan pengabdiannya sebagai penjaga toleransi dan penopang hidup beberapa keluarga bom Bali.
(asy/asy)











































