"Di mana-mana ada tulisan demi rakyat, demi rakyat. Tapi rakyat yang mana. Seharusnya rakyat yang lemah," ujar mantan anggota DPR, Yacobus Mayong Padang.
Hal ini disampaikan dia dalam diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk 'Pasal, Ente Jual Ane Beli' di Warung Daun, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2011).
Yacobus mengibaratkan negara seperti ayah yang menyeberangkan anak-anaknya melewati sungai. Yang bisa berenang tentu tak perlu digendong. Sementara yang tidak bisa jalan harus digendong.
"Ini malah yang bisa berenang digendong. Tapi yang tidak bisa jalan dibiarkan. Akibatnya mereka tertinggal di pinggir sungai," ujar mantan anggota FPDIP yang pernah melakukan aksi mogok makan memprotes kebijakan DPR yang dinilai tidak prorakyat ini.
Yacobus mencontohkan dalam UU 27 tahun 2007 tentang penanaman modal disebutkan pemilik modal bisa menyewa tanah selama 95 tahun. Sementara di sisi lain, rakyat berkelahi untuk mendapatkan hak atas tanah.
"Jadi kelihatan siapa yang dibela dengan UU ini, bukan rakyat tapi pemilik modal," kritik mantan anggota DPR periode 2004-2009 ini.
(rdf/her)











































