"Bisa dibilang turun 90 persen," kata Oman Suherman, driver di kantor misi haji Daker Madinah yang biasa mengantar jamaah kesasar. Pada fase I, Oman bisa mengantar 20 orang per hari. Tapi pada fase II, tak banyak yang diantarnya. "Hari ini saya belum ngantar," katanya, Jumat (18/11/2011). Sedangkan seorang rekannya yang lain, baru mengantar 1 orang tadi pagi.
Di periode I, sofa di lobi kantor misi haji tak pernah sepi dari jamaah tersesat jalan yang rata-rata sudah sepuh. Mereka sering diajak makan lebih dulu oleh petugas sebelum diantarkan ke pemondokan masing-masing. Tapi di periode II ini lobi sepi dari jamaah kesasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Sektor Khusus Masjid Nabawi juga tak banyak menerima laporan jamaah kesasar maupun jamaah kehilangan uang di masjid. Demikian juga petugas Sektor I yang berdekatan dengan Masjid Nabawi.
Jamaah fase II dari Indonesia yang mampir ke Madinah berjumlah 94 ribuan. Mereka didorong secara bertahap ke Madinah dari Makkah pasca puncak haji. Negara yang memiliki jamaah banyak juga membagi jamaahnya dalam 2 fase, yaitu fase I sebelum puncak haji, jamaah berada di Madinah. Fase II, jamaah di Madinah setelah puncak haji di Makkah.
Selain jamaah kesasar sedikit, juga belum ada kasus keamanan yang menonjol. "Saat ini lancar terkendali," kata Kasi Pengamanan Daker Madinah, Letkol M Yahdi.
Kadaker Madinah Akhmad Jauhari awal pekan ini juga memprediksi kasus keamanan di fase II menurun dibanding fase sebelumnya. Sebab jamaah telah bisa membaca situasi saat berada di Makkah. Sebab peta Makkah dan Madinah nyaris sama.
Saat ini sedikitnya 30 kloter atau 11.125 jamaah telah berada di Madinah guna menunaikan salat arbain di Masjid Nabawi selama 8-9 hari. Setelah itu mereka pulang ke Tanah Air.
Sementara itu, jumlah jamaah kesasar di Makkah juga turun hingga 90 persen pasca pelaksanaan puncak haji.
(nrl/her)










































