"Kalau saya pribadi, lewat independen nggak, karena terlampau sombong. Itu saya pribadi ya," kata Prijanto saat berbincang santai dengan wartawan di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (18/11/2011).
Prijanto menyadari, untuk maju menjadi seorang calon kepala daerah tentu bukan persoalan yang mudah. Calon harus mendapatkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan parpol, lanjut Prijanto, sangat penting untuk melihat apakah calon yang akan maju tersebut memiliki kriteria sebagai Gubernur. Karena, tambahnya, menduduki satu jabatan itu merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan untuk khalayak banyak.
"Kalau partaikan punya penilaian, sosok mana yang layak diberi mandat dan kepercayaan, ada parameternya. Karena, pandangan saya jabatan itu amanah dan kepercayaan yang diberikan. Bukan jabatan yang dicari, diminta melalui berbagai macam tipu daya dari seseorang kepada orang lain yang diberikan kepercayaaan," ungkapnya.
"Dan dalam tentara itu jelas," tegasnya.
Meski belum memastikan diri untuk maju, Prijanto tampaknya sangat siap. Buktinya, sikap Prijanto sangat berbeda dengan pernyataanya pada akhir tahun 2010 lalu. Saat itu, Prijanto menyatakan ketidaksiapannya.
Lalu, apa yang membuat Prijanto tiba-tiba terlihat begitu siap menjelang 2012?
"Oh dulu itu benar (tidak siap), karena saat itu saya bukan kader parpol, saya nggak punya duit. Tapi dalam perkembangannya, setelah audiensi banyak komponen yang mendorong untuk ikut mencalonkan. Dan kelompok itu berikan kepercayaan untuk itu, salah satunya kelompok mahasiswa," tambah mantan Aster KASAD tahun 2006 ini semangat.
Lalu, parpol mana saja yang saat ini sudah aktif mendekati Prijanto menuju 2012 nanti? Dia mengaku belum merasa didekati siapa pun termasuk PDIP yang pernah mengundangnya ke markas DPP ke beberapa waktu lalu.
"Saya aktifnya bekerja," kelakar Prijanto.
Namun, ia menegaskan jika memang dukungan itu ada, maka tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolak.
"Jawaban saya, Insya Allah. Itu kehendak Tuhan," tandasnya.
(lia/ndr)










































