Macan Kumbang Terancam Banjir Lahar Dingin Merapi

Macan Kumbang Terancam Banjir Lahar Dingin Merapi

- detikNews
Jumat, 18 Nov 2011 16:53 WIB
Macan Kumbang Terancam Banjir Lahar Dingin Merapi
Magelang - Erupsi Gunung Merapi dan banjir lahar dingin yang terjadi sampai saat ini telah menghancurkan sebagian wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Habitat macan kumbang ikut terancam.

Macan kumbang di lereng Merapi, kini terpaksa ikut berkeliaran di atas sisa endapan banjir lahar dingin. Berdasarkan pantauan detikcom bersama warga lereng Merapi, jejak macan terpantau di Kali Putih.

Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama warga dan wartawan saat menelusuri aliran Kali Putih, Jumat (18/11/2011) menemukan jejak yang diduga jejak kaki macan. Jejak tapak kaki itu berukuran lebar 8x10 cm.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jejak terlihat jelas karena harimau tersebut lewat di atas endapan pasir di percabangan antara Kali Putih dan Kali Batang terletak di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Bahkan di bebatuan di pinggir sungai juga ditemukan bercak-bercak darah yang masih segar. Diduga hewan buas tersebut baru saja mendapatkan buruannya.

"Jejak kakinya masih baru. Saat kami menemukannya sepertinya hewan tersebut baru lewat. Saya menduga ini adalah jejak macan mengingat bentuk dan ukurannya. Apalagi ada darah berceceran di batu," tegas anggota Tim SAR Kabupaten Magelang Heru Kelik.

Heru menceritakan dirinya bersama tim beberapa kali menemukan jejak macan di TNGM. Macan kumbang turun gunung mencari mangsa untuk bertahan hidup. Namun macan terpaksa berjalan di atas endapan pasir lahar dingin yang membanjiri Kali Putih.

"Saya bahkan pernah bertemu langsung sebelum erupsi Merapi," jelas Heru.

Heru mengatakan macan kumbang ini berbulu hitam legam dengan mata yang merah. Bentuk macan ini seperti kucing namun berukuran besar. Tubuhnya sebesar anjing gembala Jerman, namun kakinya lebih pendek. Macan kumbang ini memiliki ekor yang panjang.

"Sekitar sebulan lalu teman saya juga bertemu macan kumbang. Ukurannya cukup besar sehingga teman saya tidak berani mendekat. Macan kumbang memang masih hidup di Merapi," jelas Heru.

Sejumlah warga Dusun Jenglik, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung mengaku terbiasa melihat jejak macan. Tak jarang mereka bertemu langsung dengan 'penjaga' hutan Merapi tersebut. Dusun Jenglik ini merupakan salah satu dusun teratas di lereng Merapi dan berbatasan langsung dengan TNGM.

"Saya beberapa kali melihatnya. Bagi kami itu sudah lumrah karena hutan di sekitar desa saya memang sering dilewati macan. Namun yang lewat biasanya macan kumbang. Untuk macan loreng ada tapi sangat jarang terlihat," jelas salah satu warga, Zamrodin.

Saat ditunjukkan foto jejak kaki, Zamrodin mengatakan jejak tersebut bisa saja jejak macan yang banyak berkeliaran di TNGM. Ia mengatakan jejak macan berukuran besar dan terlihat tumpul.

"Jejak kaki macan antara bagian telapak kaki dan bagian jari-jari biasanya terpisah," tukas Zamrodin.

(fay/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads