"Setgab juga belum membicarakan masalah nama Capim. Setgab dari awal lebih condong membicarakan tentang KPK ke depan seperti apa, kebutuhannya ke depan. Jadi setgab punya komitmen yang sama agar upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi bisa maksimal. Sehingga indeks persepsi korupsi (IPK) di Indonesia bisa terus membaik,"tutur sekretaris FPD DPR Saan Mustopa.
Hal ini disampaikan Saan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedepannya pada saat pelaksanaan fit and proper test sudah berjalan, kemungkinan besar soal nama-nama ini akan dicocokkan di setgab," tutur Saan.
Namun tidak akan menyeragamkan siapa capim KPK yang akan dipilih. Karena, menurut Saan, Setgab tidak diarahkan untuk menyeragamkan pandangan.
"Setgab tidak bermaksud untuk menyeragamkan soal capim KPK karena masing-masing partai punya preferensi sendiri terhadap 8 nama itu. Setgab akan menghargai preferensi masing-masing. Kalaupun misalnya ada nama yang sama kebetulan nama yang sama itu kemungkinan secara preferensi itu objektifitasnya sama. Jadi bukan karena penyeragaman nama," papar Saan.
Karena itu PD pun menghormati capim KPK pilihan parpol koalisi. Sekalipun pilihan itu berbeda dengan rangking Pansel KPK.
"Jadi kalau ada anggota setgab yang ingin mengusung nama yang lain dengan usulan demokrat itu tidak akan menjadi masalah. Demokrat di komisi III menyiapkan semua bahan untuk menguji mereka. Kita juga tidak pernah mengintervensi 8 nama capim itu," tandasnya.
(van/gun)











































