"Diduga begitu. Sementara diduga begitu, karena waktu ditinggal sama bapaknya, dia tinggal sama ibunya. Begitu bapaknya datang, ibunya nggak ada," kata Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Bambang Priyo ditemui wartawan di Restoran Pulau Dua, Jakpus, Jumat (18/11/2011).
Angga ditemukan bersimbah darah dengan usus terburai dan beberapa potong tubuh terpisah di rumahnya di Kampung Pasirandu, RT 09/ RW 02 Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/11) sekitar pukul 06.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melakukan pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan parang dan linggis. Polisi juga menemukan bercak darah di parang tersebut.
"Sidik jari masih diteliti. Semua yang ada di TKP kita teliti. Kita juga sita handphone, tapi belum tahu isi handphone itu," tambah Bambang.
Selama ini Angga tinggal bersama neneknya di Sragen, Jawa Tengah. Dia baru beberapa minggu tinggal bersama orang tuanya. Jasad Angga pertama kali ditemukan ayahnya saat pulang bekerja. Sang ayah histeris mendapati tubuh anaknya. Sementara sang ibu tidak ada di tempat.
"Sang ibu enggak ada tanda-tanda keanehan. Cekcok juga enggak pernah," terang Bambang.
(mei/vit)










































