Dalam Sehari, 2 Perampokan dengan Modus Ban Kempis Terjadi di Depok

Dalam Sehari, 2 Perampokan dengan Modus Ban Kempis Terjadi di Depok

- detikNews
Jumat, 18 Nov 2011 00:46 WIB
Depok - Dalam satu hari, Kamis (17/11/2011) dua modus perampokan dengan mengempiskan ban mobil terjadi di Kota Depok. Modus seperti ini memang sudah kerap terjadi akhir-akhir ini.

Dua korban terakhir ini merupakan Dosen dan Pengusaha. Tak tanggung-tanggung, dalam aksinya kali ini pencuri tersebut berhasil memangsa kedua korbannya sekaligus dalam waktu bersamaan.

Widodo Suryo Andono (40), dosen Universitas Indonesia (UI) yang datang pertama melapor aksi kejahatan tersebut ke Mapolresta Depok, Kamis pagi, (17/11/2011) sekitar pukul 08.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hadapan petugas, Widodo mengaku baru saja dikecoh pencurian saat tengah memeriksa ban belakang mobilnya yang kempis.

“Meski tidak kehilangan uang tunai. Namun saya pusing lantaran perampok itu berhasil membawa kabur sebuah tas jinjing berisikan empat buku tabungan dan sejumlah dokumen penting milik kampus serta surat-surat berharga lainnya,” keluh Widodo ketika ditanyai di ruang pelayanan Polresta Depok.

Peristiwa naas itu terjadi di Jalan Akse UI, Kelapa Dua, Cimanggis. Widodo yakin, pelakunya berhasil mencuri tas tersebut yang diletakkan di kursi bagian tengah mobil Avanzanya ketika ia sedang sibuk mengganti ban.

Tak berbeda dengan sang dosen, Bakri (61), pengusaha perlengkapan dapur mengaku mengalami modus ban kempis saat melintas di Jalan Haji Ir. Juanda, depan Rumah Makan Soto Kudus sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketika merasakan ban mobil Avanza warna coklatnya bernomor polisi B 1171 EVO tiba-tiba mengalami kempis ban di bagian belakang sebelah kiri. Bakri pun langsung turun dan langsung menggantinya dengan ban cadangan.

“Kata penjaga warung, pelakunya dua orang naik motor bebek. Tas itu diambil ketika saya sedang mengganti ban belakang sebelah kiri. Apes bener. Padahal saya sudah berfirasat enggak enak sejak keluar dari Bank BCA di Margonda tadi,” keluh Bakri, menghela nafas lemas.

Akibat peristiwa ini, Bakri kehilangan uang tunai sebesar Rp10 juta untuk gaji sejumlah karyawannya yang rencananya akan dibayarkan hari ini.

Ketika dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polresta Depok AKP Febriansya, pihaknya akan serius menangani laporan tersebut. “Jika dilihat dari modus dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara, diperkirakan pelakunya adalah komplotan yang sama,” tuturnya yakin.

Guna penyidikan lebih lanjut kedua korban itu pun dimintai keterangan mendetil oleh polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.

(fjp/gah)


Berita Terkait