Menurut anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno, buku tersebut ditulis Valentina Rian Prastiwi dari Kementerian Pendidikan Nasional.
"Pengajaran Pendidikan Pancasila yang salah tentunya sangat membahayakan bagi masa depan bangsa dan negara khususnya bagi generasi penerus. Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara dalam penyampaiannya tidak boleh diubah-ubah karena sama saja merubah dasar negara," ujar Puti dalam siaran persnya kepada wartawan, Kamis (17/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam Permusyawaratan Perwakilan”
Padahal secara eksplisit teks yang benar adalah
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.
"Mendesak pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk lebih serius dan selektif dalam meloloskan buku ajar terutama yang berkaitan dengan hal fundamental bagi eksistensi negara seperti pelajaran dasar negara Pancasila," terang politisi PDIP ini.
Puti juga meminta Kemendikbud RI memberikan sanksi kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) yang telah lalai dalam menjalankan fungsinya untuk mengukur standar kelayakan buku ajar. Kemendikbud juga diminta memberi sanksi kepada penerbit yang bersangkutan.
"Kemendikbud agar segera menarik buku paket ajar Pendidikan Karakter Bangsa yang berjudul "Pancasila Dasar Negaraku, Bhineka Tunggal Ika Semangatku" yang memuat kesalahan tersebut dari peredaran," imbuhnya.
(her/fjp)











































