"Ini kami memahami mungkin karena persoalan ekonomi di negara ini. Kami rasa US$ 2 ribu (per bulan) pun cukup untuk hidup di Indonesia," kata Dien Muhammad Othman, yang disambut gelak tawa dari para hakim agung di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (17/11/2011).
Menurut Dien, kesejahteraan memang tidak menjamin menghilangkan persoalan suap sepenuhnya. Tetapi, pihaknya yakin kesejahteraan dapat mengurangi perilaku menyimpang para hakim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dien menjelaskan, sederet fasilitas yang dimiliki para hakim di Sudan. Gaji hakim ditentukan langsung oleh MA Sudan. Setiap enam bulan sekali mereka dibagikan pakaian dinas baru, buku, tiket perjalanan ke luar negeri, bahkan tunjangan wisata.
"Baik dia mau berlibur atau tidak kami akan berikan tunjangan itu ke mereka. Semua hakim Sudan diberikan juga tiket perjalan ke luar negeri, dengan aturan setiap hakim berhak berwisata ke luar negeri ke manapun mereka inginkan," jelas Dien.
Para hakim dilayani 24 jam lebih oleh MA Sudan. Hakim diberikan kesempatan beasiswa untuk menambah ilmunya. Beasiswa ini juga diberikan kepada setiap pejabat negara di Sudan.
"Kepada siapapun bagi orang yang bekerja untuk negara baik hakim ataupun tidak, diberikan kesempatan belajar," kata Dien.
(asp/ndr)










































