"Kami baru saja dapat kabar bahwa kloter tersebut sudah siap berangkat dari Mekkah, langsung menuju bandara (King Abdulaziz). Pesawat untuk mereka akan terbang jam 20.15," tukas Kepala Dinas Urusan Haji dan Umrah PT. Garuda Indonesia, Hady Syahrean, kepada wartawan termasuk detikcom di Jeddah, Kamis (16/11/2011) pukul 12.20 waktu setempat.
Diberitakan sebelumnya, Kloter 18 Solo seharusnya sudah berada di Jeddah pada hari Selasa (14/11), atau sehari sebelum jadwal kepulangan mereka pada Rabu pukul 23.15 waktu setempat. Namun terjadi masalah yang membuat mereka tertahan di Mekkah sampai dua hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hady membantah jika masalah itu merupakan tanggung jawab pihak Garuda. Sebabnya, mereka tidak ingin jumlah jamaah yang siap berangkat tidak sesuai dengan catatan yang telah ada.
"Ketika mereka mau jalan, mereka bilang cuma 167 orang. Ini tidak mungkin, karena semestinya jamaah di kloter tersebut ada 375. Ke mana sisanya, itu urusan pihak maktab, TUH (Teknis Urusan Haji) dan PPIH (Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji)," tegas Hady.
"Kami sebenarnya sudah siap, pesawat sudah ada kok. Tapi kami tidak mau jumlah jamaah yang berangkat tidak sama dengan yang pulang. Itu tidak mungkin, 'kan sudah ada catatannya. Kontrak kami memang begitu."
Konsekuensinya, sambil menunggu jumlah jamaah Kloter 18 Solo sesuai dengan yang semestinya, pihak Garuda pun mendahulukan kloter yang sudah siap, karena tidak mungkin membiarkan pesawat tertahan di bandara terlalu lama.
(a2s/mad)











































