"Kalau di Mobil Alphard di tengah kemacetan, kita bisa menggelar rapat dengan staf ahli saya di bagian tengahnya. Tidak perlu repot-repot kita harus pinggir ke kafe dulu, untuk mengadakan rapat," ujar Ruhut dalam diskusi 'Haramkah Anggota DPR Bergaya Mewah?' di ruang wartawan I Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/11/2011).
Ruhut sempat disindir oleh pengamat politik Andrinof Chaniago soal mobil bermerek tertentu sebagai simbol kemewahan. Namun Ruhut menjawab enteng sindiran tersebut.
"Teman saya pamer bahwa dia memiliki mobil Mercedes, lalu saya bawa dia ke terminal Blok M. Tuh, lihat PPD juga pakai lambang Mercedes," canda Ruhut kepada wartawan sambil tertawa.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Nurdiman Munir, menyatakan pendapat yang sama dengan Ruhut. Ia menilai, mobil yang ia gunakan saat ini dipakai karena menunjang operasional kerjanya.
"Saya pakai Toyota Fortuner, karena saya butuh mobil double gardan untuk bisa menyusuri daerah-daerah terpencil, daerah banjir," papar Nurdiman.
(mpr/vit)











































