"Sinyalnya ini kemungkinan berada di daerah pegunungan dekat Gunung Kerenceng," kata Kepala Sekolah Nusa Flying Internasional Kapten Sugeng Triyono.
Sugeng ditemui di kantornya di lantai dua Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (17/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sinyal terakhir yang keras berada di daerah Darmaraya, Cianteng, Sumedang. Sinyal ini merupakan sinyal emergency," kata kata Sugeng.
Menurut Sugeng, sinyal itu diperkirakan berjarak sekitar 29 mile dari Bandung, Jawa Barat. "Sinyal emergency terlacak sekitar 21 menit setelah check point terakhir di check viran," kata Sugeng.
Pesawat hilang kontak sejak Rabu 16 November pukul 08.40 WIB. Selain Kapten Partogi, terdapat dua siswa yakni Agung dan Fikri. Hingga kini, nasib ketiganya belum diketahui.
(ken/mad)











































