"Biasanya kalau mau terbang atau sudah sampai suka menelpon. Tapi pas penerbangan ini tidak telepon," kata tante Fikriansyah, Maisya, di rumah keluarga Rian, Jl Potangan 1, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2011)
Sebenarnya rumah bergaya betawi itu bukan rumah orang tua pemuda yang akrab disapa Rian itu, melainkan rumah neneknya. Sedangkan orang tua Rian tinggal di Bintaro. Namun pemuda yang baru diwisuda pada 15 November lalu dari Nusa Flying School itu lebih suka tinggal di rumah neneknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhirnya sang paman yang bekerja sebagai penerbang di Halim Perdanakusumah membawa kabar pesawat yang dinaiki Rian hilang kontak. Kabar itu disampaikan sang paman pada pukul 11.30 WIB. Lalu tiga jam kemudian, pukul 14.30 Nusa Flying School menelepon keluarga dan mengabarkan hal yang sama.
Pesawat Cessna 172 milik sekolah penerbangan PT Nusa Flying School hilang kontak dalam perjalanan dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, menuju Cirebon, pada Rabu (16/11) kemarin.
Pesawat naas tersebut ditumpangi 3 orang, terdiri dari instruktur dan dua siswa penerbang yang sudah berada di tahap akhir. Berikut nama-nama awak pesawat yang hilang tersebut:
1. Kapten Partogi Sianipar (25). Instruktur. Alamat Jl Lamsirih 9, Jatibening Baru, Pondok Gede, Jaktim.
2. Muhammad Fikriansyah (18). Siswa penerbang. Alamat Jl Poltangan, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel).
3. Agung Febrian (30). Siswa penerbang. Alamat Kompleks Taman Bukit Permai, Bintaro, Pesanggrahan, Jaksel.
(vit/ndr)











































