Dewan Pers dan ATVSI Tak Bisa Penuhi Undangan Pansus Pemilu DPR

Dewan Pers dan ATVSI Tak Bisa Penuhi Undangan Pansus Pemilu DPR

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2011 13:39 WIB
Dewan Pers dan ATVSI Tak Bisa Penuhi Undangan Pansus Pemilu DPR
Jakarta - Setelah 'insiden' para pemimpin redaksi (pimred) media massa, keinginan Pansus Pemilu DPR untuk rapat dengan Dewan Pers dan Asosiasi Televisi Seluruh Indonesia (ATVSI) juga tidak akan terlaksana. Sebab Dewan Pers dan ATVSI tidak bisa memenuhi undangan anggota dewan yang terhormat itu.

Dewan Pers dan ATVSI tidak bisa memenuhi undangan Pansus Pemilu karena undangan yang diterima terlalu mendadak. Undangan dari Pansus Pemilu baru diterima Dewan Pers dan ATVSI Rabu (16/11/2011) kemarin.

Penjelasan ini disampaikan Anggota Dewan Pers sekaligus pengurus teras ATVSI, Uni Lubis, Kamis (17/11/2011). Menurut dia, undangan yang terlalu mendadak itu membuat Dewan Pers dan ATVSI belum sempat membahas pendapat-pendapat yang akan disampaikan ke DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Undangan Pansus Pemilu kepada Dewan Pers dan ATVSI itu sama dengan undangan yang diterima para Pimred. Pansus meminta masukan soal iklan kampanye untuk pembahasan RUU Pemilu yang kini sedang digodok DPR. Pertemuan harusnya digelar pukul 14.00 WIB hari ini.

"Baru saja Prof Bagir Manan (ketua. Dewan Pers) menelepon tidak bisa memenuhi undangan pansus DPR RI soal perubahan UU Pemilu dengan alasan undangan baru diterima kemarin dan perlu waktu mendiskusikan materi bahasan," kata Uni.

Menurut Uni, ATVSI juga memiliki alasan yang sama dengan Dewan Persm "ATVSI juga tidak bisa dengan alasan yang sama, dan pimpinan ATVSI sedang berada di luar kota/luar negeri, jadi sedang sibuk," kata perempuan yang saat ini menjabat Pimred ANTV itu.

Sebelumnya empat pemimpin redaksi media masssa kecewa karena Pansus Pemilu tidak datang tepat waktu. Padahal, dalam undangannya, Pansus meminta pimred datang pukul 09.00 WIB. Namun, hingga pukul 10.00 WIB, para anggota DPR belum juga hadir. Para pimred pun akhirnya walk out.

(asy/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini