"Saya nggak jadi, malu nanti di-shoot, ada Gus Choi juga," tutur Pong yang mengenakan kemeja biru dan celana hitam ini, sambil tertawa.
Gus Choi, sapaan akrab Effendy Choirie, adalah anggota DPR kebetulan melihat aksi Pong. Dia melarang petugas pengamanan dalam DPR menghentikan aksi damai Pong. Saat itu petugas ingin merampas spanduk yang dibawa Pong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di depan mobil mewah itu, Pong hanya membuka spanduk bertulis 'DPR Jangan Hidup Mewah di Atas Penderitaan Rakyat'.
"Rakyat masih banyak yang sengsara, masa wakil rakyat menggunakan mobil mewah sih," tutur Pong, berorasi dengan raut muka serius.
Ia meminta anggota DPR untuk fokus pada pekerjaannya, yakni menjawab aspirasi rakyat.
"Janganlah memberi jarak. Padahal beliau-beliau ini harusnya mengurus rakyat. Kok tega-teganya rakyat masih makan nasi aking, kok teganya sih gonta-ganti mobil mewah," tutur Pong.
Sementara itu, Gus Choi yang membela Pong, hanya melihat aksi pria yang pernah mencorat-coret gedung DPR itu dari jauh. "Nanti disangkanya mobil saya," tutur Gus Choi sambil tertawa.
Menurut Gus Choi, aksi Pong itu tidak bisa dilarang kecuali sudah mengarah pada pengerusakan.
"Itu aspirasi. Kecuali merusak baru diamankan," bela Gus Choi, yang tak lama lagi meninggalkan DPR karena dicopot partainya, PKB.
(van/lrn)










































