"Bisa disaksikan sesudah pukul 02.00 WIB, puncaknya sekitar dinihari nanti," kata peneliti astrofisika-astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (17/11/2011).
Namun pada tahun ini, tidak banyak meteor yang dihasilkan, hanya sekitar 20 meteor per jam. Menurut Djamaluddin, hujan meteor ini bisa dilihat di langit utara, di rasi bintang Leo. Rasi ini memiliki dua bintang besar yakni Regulus di atas dan Denebola di bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bervariasinya jumlah meteor ini disebabkan ketebalan debu yang tidak seragam. Meteor ini merupakan serpihan dari komet Tempel–Tuttle yang melintas secara periodik.
"Sekarang ini adalah pasca purnama, kemungkinan masih ada sedikit gangguan cahaya. Untuk bisa melihat hujan meteor ini harus terbebas dari polusi cahaya, cerah, dan medan pandang ke arah utara tidak terhalang," terang Djamaluddin.
(vit/ndr)










































