Politisi Demokrat Mengaku Diminta Anas Bantu Proyek Hambalang

Politisi Demokrat Mengaku Diminta Anas Bantu Proyek Hambalang

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2011 10:27 WIB
Politisi Demokrat Mengaku Diminta Anas Bantu Proyek Hambalang
Jakarta - Politisi Partai Demokrat (PD) Ignatius Mulyono mengaku diminta Anas Urbaingrum untuk membantu mengurus proyek Hambalang. Ignatius menyebut Ketua Umum PD itu mengontaknya agar bisa melobi Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto.

"Saya diminta kontak Pak Joyo Winoto membantu saja, diminta tolong Mas Anas. Kebetulan saya di Komisi II sejak 2004," jelas Ignatius saat dihubungi detikcom, Kamis (17/11/2011).

Proyek Hambalang ini adalah proyek pembangunan pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. Ignatius diminta mengurus masalah tanah dalam proyek itu karena duduk di Komisi II yang merupakan mitra dari BPN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diminta kontak, bagaimana dengan tanah yang dimiliki Menpora. Sampai dengan telepon saja," imbuhnya.

Dia juga mengaku, sempat melakukan pertemuan dengan Anas. Saat itu ada juga mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin yang sudah menjadi tersangka kasus suap Wisma Atlet.

"Di ruangan ketua fraksi, waktu 2010. Iya di lantai 9, suatu hal rutin. Diundang ketua fraksi. Ada Nazaruddin," terang Ignatius. Saat itu Anas menjadi ketua fraksi.

Proyek Hambalang dikerjakan pada 2010 di atas lahan 30 hektar. Proyek itu pernah disebut Nazaruddin sebagai sumber pendanaan untuk pemenangan Anas di Kongres PD di 2009. Proyek Hambalang bernilai Rp 1,2 triliun.

Dalam berbagai kesempatan Anas membantah dirinya terkait Nazaruddin. Anas menegaskan dirinya tidak pernah menggarong uang negara.

"Saya bukanlah orang yang menggarong uang negara," kata Anas yang menjawab pertanyaan 2 peserta Rapat Kerja Pimpinan Wilayah (Rakerpimwil) dan Dialog Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah se- Jateng seputar tudingan Nazaruddin.

Hal ini disampaikan Anas di Gedung Pertemuan Universitas Muhammadiyah Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/11/2011).

(ndr/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini