"Belum ada tersangka. Saksi semuanya," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto saat dihubungi detikcom, Kamis (17/11/2011).
Imam mengaku tidak tahu siapa Mike. Mike dan kawan-kawan diperiksa sebagai saksi karena memesan meja tepat di depan meja para siswa Pangudi Luhur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Imam, pihaknya masih terus mendalami kasus ini dengan menunggu hasil scientific investigation dan CCTV. "Kita masih kumpulkan terus semua bukti-bukti," ungkapnya.
Imam mengatakan, dari 47 saksi yang diperiksa, tidak ada Disk Jockey (DJ) Shy Rooftop. DJ yang bertugas pada saat malam kejadian penusukan terhadap Raafi dinilai tidak mengetahui kejadian apalagi pelaku penusukan.
"DJ itu tempatnya tersembunyi di panggung, nggak melihat. Kita ini periksa saksi berawal dari saksi pertama menyatakan ini. Terus kita kembangkan dari saksi kedua hingga 47 saksi itu," jelasnya.
Sebelumnya jubir tim advokasi Brawijaya 4 Allova Mengko, pihaknya masih mempertanyakan saksi-saksi yang ada di lokasi saat malam kejadian. Dari sekian saksi yang diperiksa atau yang ada saat malam kejadian tentu ada seorang yang melihat si pelaku. Allova pun meminta pihak kepolisian terus menanyakan dan memeriksa para security, waitress, serta DJ di Shy Rooftop.
"Namanya club ya gelap. Tapi masak sih nggak ada yang lihat. Kita mempertanyakan itu. Kita menghargai penyidik. Kita harap dan polisi pasti bisa melacak itu," ungkap alumni SMA Pangudi Luhur ini.
Raafi tewas setelah tertusuk di perutnya saat menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya di Shy Rooftop, Kemang, Jaksel pada Sabtu (5/11) lalu. Sebelum ditusuk, Raafi sempat terlibat keributan dengan para pelaku.
Dalam kejadian itu, ternyata bukan hanya Raafi yang terluka. Teman Raafi, G yang juga siswa SMA Pangudi Luhur turut terluka akibat terkena pisau pelaku.
(gus/asy)











































