SBY: ASEAN Jangan Pasif dan Jadi Korban Masalah Kawasan Lain

SBY: ASEAN Jangan Pasif dan Jadi Korban Masalah Kawasan Lain

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2011 09:57 WIB
SBY: ASEAN Jangan Pasif dan Jadi Korban Masalah Kawasan Lain
Nusa Dua - Pelaksaan KTT ASEAN 2011 berlangsung di tengah proses perubahan yang akan berdampak luas. Yaitu transformasi sistem sosial dan politik di Timur Tengah dan ancaman krisis ekonomi global baru akibat gejolak keuangan di kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang meski terjadi di belahan dunia lain namun berdampak pada ekonomi ASEAN.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ASEAN harus makin memperkuat peranannya dalam kancah global. Sebab di dalam tatanan dunia yang semakin kompleks dan saling kait-mengait, ASEAN harus menjadi yang terdepan dalam mengatasi berbagai tantangan yang mencuat.

"ASEAN tidak boleh hanya menjadi penonton pasif, yang rentan menjadi korban permasalahan di belahan dunia lainnya," tegas Presiden SBY selaku Ketua ASEAN dalam pidato pembukaan KTT ASEAN di Bali Nusa Dua Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Kamis (17/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya ancaman krisis finansial yang harus dunia hadapai. Pada saat bersamaan harus ada penyelesaian segera terhadap masalah ketahanan suplai pangan, energi, air dan bencana alam serta perubahan iklim serta dampak revolusi teknologi informasi pada kehidupan masyarakat sebagaimana dibahas sangat serius dalam KTT G20 di Perancis dan KTT APEC di AS.

"Di tengah 'pancaroba' ini, banyak harapan ditumpukan pada kawasan kita. Semakin mampu menjadi komunitas yang 'people-centered' dan menjalin kerukunan antar-indentitas dan peradaban yang beragam. Dengan modal dan posisi ini, saya percaya ASEAN mampu untuk berkontribusi dalam merespon berbagai dinamika global tersebut," kata SBY.

Bagaimana agar ASEAN mampu membuktikan bahwa dirinya mampu berperan lebih besar dalam dinamika global, menjadi tema pokok KTT ASEAN dan berbagai sesi pertemuan tingkat tinggi terkait yang dilaksanakan di Bali. Selain memperkokoh peranan di kancah global, setidaknya ada empat hal pokok yang perlu dibahas untuk merumuskan langkah aksi di masa mendatang.

Pertama, memperkuat tiga ekonomi, politik keamanan dan sosial budaya Komunitas ASEAN dengan memastikan pelaksaan setiap rencana aksi yang telah disusun. Pelaksaan semua rencana aksi tersebut harus berlangsung secara seimbang dan saling mengisi sebelum 2015 yang merupakan tenggat waktu pembentukan Komunitas ASEAN people-oriented, people-centered dan people-driven.

"Mereduksi makna komunitas ASEAN dengan cara menjadikan asosiasi ini sebagai urusan pemerintahan negara-negara anggota semata, atau pun hanya menitik beratkan pada kerjasama ekonomi, sungguhpun itu penting, adalah keliru," tegas SBY.

Kedua, memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan agar lebih tahan terhadap volatilitas perekonomian global. Daya tahan tersebut akan membuat ASEAN jadi bagian dari solusi atas krisis keuangan dan ekonomi dunia saat ini.

"Kita juga akan mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi global yang kuat, serta mampu membuat perekonomian global makin berimbang," sambung SBY.

Ketiga, mengambil peran utama dalam menata arsitektur kerja sama kawasan yang lebih efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan sentralitas dan kepemimpinan ASEAN dalam berinteraksi dengan mitra dialog dan kesertaannya di forum-forum intra kawasan. Mengidentifikasi prinsip-prinsip bersama dalam kerja sama dengan para mitra melalui mekanisme ASEAN Plus One, ASEAN Plus Three, ASEAN Defense Ministerial Meeting Plus, ASEAN Regional Forum dan meningkatkan konektifitas dengan East Asian Summit.

Keempat, menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Bertindak proaktif memfasilitasi dan melibatkan diri dalam penyelesaian berbagai konflik yang selama ini menjadi faktor penghambat akselerasi kerja sama ASEAN.

"Selama masa Keketuaan Indonesia, ASEAN memfasilitasi dialog damai masalah perbatasan antara Kamboja dan Thailand. Ke depan, kita harus terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan ASEAN dalam resolusi konflik," ujar SBY.

"Kita berharap, Deklarasi Bali mengenai Komunitas ASEAN dalam Komunitas Global Bangsa-bangsa, akan menjadi petunjuk pelaksanaan dan landasan bersama kita guna meningkatkan kontribusi ASEAN dalam penanganan isu-isu global," sambungnya.


(lh/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini