"Itu semua sudah di-setting, kondisi dan situasi tidak ada yang berubah," kata Syaripudin meyakinkan saat dihubungi detikcom, Kamis (17/11/2011).
Dia menuding sidak Menteri Amir dan Wamenkum Denny Indrayana sudah direncanakan sedemikian rupa. Buktinya jajaran Dirjen dan semua petugas Rutan sudah siap sedia, termasuk tahanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syaripudin menjelaskan, perihal kedatangannya ke Rutan. Awalnya dia diminta datang pukul 12.00 WIB ke kediaman Denny. Namun saat bergerak menuju lokasi, dia ditelpon Denny dan diminta datang ke Rutan Salemba.
"Pak Menteri sudah menunggu di Rutan. Itu kata Pak Denny lewat telepon," imbuh Syaripudin.
Akhirnya dia bergegas ke sana. Tiba di Rutan Salemba dia ditemui Amir dan langsung dimarahi. "Saya menduga ada sesuatu yang disiapkan," terangnya.
Namun Syaripudin tidak khawatir, dia sudah mendapat dukungan dari sejumlah politisi. "Pak Ruhut Sitompul dari Demokrat dan Pak Permadi siap mem-back up saya," terangnya.
Dalam sidak di Rutan Salemba pada Rabu (15/11), kondisi Rutan Salemba jauh berbeda dari 2008 saat Syaripudin mengambil gambar. Tidak ada lagi pasar di dalam Rutan yang menyediakan warung kopi dan nasi rames serta sayuran. Tidak ada juga ruang ngeseks bagi napi yang disebut Syaripudin.
(ndr/vit)










































