Pada Senin 14 November malam lalu Omri datang ke rumah Menci di jalan Nusa Indah XXI, no 18, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, untuk meminta penjelasan kepada Menci tentang pria yang belakangan sering meneleponnya. Berulang kali Menci menjelaskan tetap saja Omri tak puas.
"Pelaku datang ke rumah korban, dia sangat curiga dengan korban karena sering komunikasi dengan pria yang tidak dikenal pelaku," kata Kapolsek Cengkareng, Rudy Reinewald, kepada wartawan, Rabu (16/11/2011).
Pembicaraan yang awalnya berjalan santai pun berubah menjadi perang mulut. Menci yang terus menerus dituduh selingkuh pun naik pitam dan membentak Omri. Omri yang tak mau kalah pun balik membentak Menci. Karena sudah gelap mata satu bogem mentah pun dilayangkan ke wajah Menci hingga darah segar mengalir dari hidung gadis berkulit sawo mateng itu.
"Setelah itu pelaku menginjak perut Menci hingga tak sadarkan diri," kata Rudy.
Mendapti sang kekasih pingsan, Omri langsung ambil langkah seribu. Tubuh Menci ditemukan oleh keluarganya pada malam setelah kejadian. Menci sempat dilarikan dan dirawat ke RSUD Cengkareng, namun naas nyawanya tidak tertolong.
"Korban sempat dirawat di sana, namun pada Selasa malam, korban meninggal dengan kondisi hidung patah dan cedera pada perut," kata Rudy.
Keluarga melaporkan kejadian ini ke polisi. Tanpa butuh waktu lama Omri dibekuk di rumah kontrakannya di Jakarta Utara pada Selasa 15 November malam. Omri dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.
"Pelaku sudah kita amankan," tandasnya.
(did/irw)











































