Peristiwa lucu terjadi di Badan Legislatif (Baleg) DPR, ketika akan mengesahkan RUU tentang Industri Pertahanan dan Kemanan usulan dari Komisi I, Rabu (16/11). Ketua Baleg Ignatius Mulyono (F-PD) dan wakilnya Dimyati Natakusuma (F-PPP) telah hadir di ruang Baleg bersama beberapa anggota Baleg lainnya. Mereka hanya menunggu pimpinan Komisi I. ;
"Menurut prosedur, setidaknya pimpinan Komisi I yang mengusulkan harus hadir," kata Dimyati dengan sabar menunggu. Pengesahan RUU dijadwalkan pada pukul 15.00 WIB. Namun pimpinan Baleg memberikan toleransi satu jam hingga pukul 16.00 WIB. "Kalau sampai pukul 16.00 pimpinan Komisi I tidak hadir, kita tunda saja," saran Dimyati.
Tunggu punya tunggu, pimpinan tak juga hadir. Saat melihat siaran langsung dari TVRI tentang pelaksanaan KTT Asean,ternyata semua pimpinan Komisi I sedang berada di Bali. "Ini saya dapat laporan pandangan mata, keempat pimpinan Komisi I sedang ke Bali semua. Jadi kita tunggu sampai malam juga nggak bakal hadir," kata Mulyono disambut gelak tawa anggota Baleg yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampaknya bukan sekali ini saja pimpinan Komisi I "seenaknya" memperlakukan Baleg. Ketika mengusulkan RUU ini pun, hanya seorang pimpinan Komisi I yang hadir. "Harusnya tidak boleh, tapi kita memberikan toleransi. Akhirnya RUU ini seperti dianggap tidak penting," cetus Dimyati.
Kejadian ini menjadi cermin bagaimana anggota dewan bekerja. Untuk sebuah RUU yang bakal dibahas saja, mereka bisa tidak hadir tanpa pemberitahuan. Bukankah teknologi komunikasi sekarang sudah canggih? Di antara mereka bisa saling memberi kabar posisi masing-masing. Sehingga tidak membuang waktu percuma.
(nwk/nwk)










































