Tanggapi Kritik Hedon, Politisi Gerindra: DPR Jangan Reaktif

Tanggapi Kritik Hedon, Politisi Gerindra: DPR Jangan Reaktif

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2011 18:17 WIB
Tanggapi Kritik Hedon, Politisi Gerindra: DPR Jangan Reaktif
Jakarta - Gaya hidup sejumlah pejabat dinilai hedon dan perlente. Menanggapi kritik ini, anggota DPR tidak perlu reaktif. Sebaliknya anggota Dewan harus menerimanya sebagai koreksi.

"Saya kira ini kesempatan bagi DPR untuk menunjukkan bahwa dia tidak seperti yang dituduhkan. Oleh karena itu, DPR jangan reaktif, harus menerima ini sebagai koreksi," kata politisi Gerindara Martin Hutabarat.

Hal itu disampaikan dia usai mengikuti sidang uji materi UU No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (16/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena rakyat mulai mengkritik perilaku anggota Dewan, maka perilaku yang tidak diharapkan rakyat harus diperbaiki. Martin mengakui, ada beberapa anggota Dewan yang menunjukkan perilaku hidup hedon. Tapi tidak semua orang berperilaku sama.

Menurut dia, mayoritas anggota DPR itu masih menunjukkan kesederhanaan. Akan tetapi jika masih ada yang berperilaku hedon maka bisa merusak imej seluruh anggota DPR. Apalagi jika mereka mempertontonkan hedonnya terlalu berlebihan.

"Baiknya DPR mengambil hikmah dari kritikan tersebut untuk mengoreksi diri. Saya kira itu sangat bagus kalau DPR bisa menjadi pelopor pola hidup sederhana,"sambung anggota Komisi III DPR ini.

"Harusnya mungkin karena DPR itu contoh pemimpin dan wakil rakyat. Jadi harus bisa jadi contoh bagi rakyat," imbuh Martin.

Oleh karena itu, lanjutnya, DPR harus bisa berperilaku tidak menonjolkan kemewahan ataupun kelebihan yang dimilikinya. "Sebab yang terpenting adalah menonjolkan karakter dan kesederhanaan hidup. Sebab itu yang diinginkan rakyat sebenarnya terhadap DPR," tutup Martin.

(vit/fay)



Berita Terkait