3 Opsi Muhammadiyah Jateng di Pilpres II

3 Opsi Muhammadiyah Jateng di Pilpres II

- detikNews
Jumat, 16 Jul 2004 00:44 WIB
Semarang - Keragu-raguan sikap menentukan capres pilihan tak hanya dialami parpol, tapi juga ormas seperti dialami Muhammadiyah Jateng. Meski jagonya belum bisa dipastikan kalah karena penghitungan suara masih berjalan, mereka sudah ambil ancang-ancang kepada siapa suara umatnya diberikan. Bahkan ada 3 opsi.Ketua PW Muhammadiyah Jateng Dahlan Rais mengaku sampai saat ini organisasinya memang belum menentukan sikap resmi. Di samping penghitungan suara belum selesai, pihaknya juga masih menunggu instruksi Pengurus Pusat. Kebiasan di Muhammadiyah adalah sikap politik merupakan wewenang pusat."Meski demikian, sebelum pusat mengambil kebijakan, mereka terlebih dahulu meminta pertimbangan pengurus di bawahnya. Dari suara-suara daerah itulah, pengurus pusat menetapkan sikap dan tindakan," kata Dahlan Rais kepada detikcom di kantornya jalan Singosari Semarang, Kamis (15/7/2004).Dikatakan dia, berkaitan dengan Pilpres putaran dua, ada 3 opsi yang kelihatannya arusnya lumayan besar di Jateng. Pertama, mengkaji manfaat dan mudhorot dua pasang capres untuk dipilih salah satu.Kedua, lanjut dia, warga diberi kebebasan penuh menentukan pilihannya sendiri. Artinya, tidak ada mobilisasi atau sikap resmi dari organisasi."Opsi ketiga adalah golput. Ada juga yang mengajak seperti itu. Tapi saya pikir itu hanya luapan sesaat saja. Ketika jagonya kalah, kemudian bereaksi spontan dengan tidak memilih, itu kan biasa. Sepertinya itu tidak akan kami ambil," paparnya.Ketika ditanya soal pernyataan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin tentang 11 organisasi Islam yang golput, Dahlan menilai Din mewakili dirinya pribadi. "Sampai saat ini belum ada kabar dari pusat kami akan golput," tandas adik kandung capres PAN Amien Rais ini.Dahlan menambahkan, sangat eman-eman kalau suara warga Muhammadiyah diabaikan begitu saja. Yang terang, kalau pun organisasinya mempunyai pilihan, hal itu tak pernah terlepas dari konteks kepentingan bangsa.Pria yang juga pengajar Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini mengaku, hingga kini belum ada ajakan dari tim capres yang akan lolos putaran I. Namun kalau hanya sekadar komunikasi secara nonformal sudah sering mereka lakukan."Biasa. Lha wong namanya juga silaturahmi. Kami selalu berkomunikasi dengan mereka (tim capres Mega dan SBY)," demikian Dahlan Rais. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads