"Ada dua kali penembakan di Timika," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (16/11/2011).
Perstiwa tersebut terjadi pukul 13.00 WIT. Saud mengatakan mobil Satgas Pengamanan PT Freeport jenis LWB Nomor Lambung RP 29 dengan sopir Medi Pungus yang mengangkut 5 anggota Brimob, berangkat dari Tembagapura menuju Mile 50 untuk melaksanakan patroli rutin. Ketika melintasi Mile 51, sekelompok orang tak dikenal menembaki mobil patroli tersebut.
"Tidak ada korban, cuma lecet di body kendaraan," ujar Saud.
Di waktu yang bersamaan, tidak lama kemudian, sebuah trailer milik PT Freeport Nomor Lambung 02-663 berangkat dari Mile 38 menuju Mile 68. Saat di Mile 56, trailer tersebut ditembaki oleh kelompok bersenjata tak dikenal. Akibat penembakan itu, sopir trailer, Makasau, mengalami luka tembak pada bagian leher.
"Yang bersangkutan kena tembak di leher," ujarnya.
Tim dari Polri dan TNI masih mengejar pelaku penembak gelap tersebut. Kendala pencarian pelaku menurut Saud karena kondisi medan yang sulit dan minimnya barang bukti.
"Pertama, karena memang medan sulit dan penembaknya gelap, sehingga kami tidak tahu persis arahnya. Barang bukti juga sangat minim, ditemukan proyektil di tubuh korban dan kendaraan," jelas Saud.
(mpr/rdf)











































