"Dua bulan terakhir ada 63 korban mereka ditangkap dan mengalami kekerasan. Tapi mereka tidak semua tewas," ujar Koordinator KontraS Haris Azhar saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2011).
Selain ke-63 korban itu, ada 8 warga sipil di daerah Paniayai yang ditembak secara misterius pada tanggal 13 November 2011. Sehingga total ada 71 korban kekerasan di Papua.
"Tidak semua korban merupakan warga sipil. Beberapa diantaranya merupakan anggota TNI dan mahasiswa," imbuhnya.
Kedatangan KontraS dan Komnas HAM sendiri untuk mendesak agar pemerintah tidak lagi menggunakan operasi keamanan maupun kekerasan lainnya. Namun lebih mengutamakan adanya dialog.
"Undang masyarakat adat, karyawan Freeport dan undang TNI Polri. Poinnya cuma satu, kalau kepercayaan Papua terhadap Jakarta hilang bakal susah dialog Jakarta dengan Papua. Ngapain buang-buang peluru, HAM dijamin oleh konstitusi," imbuh Haris.
(feb/rdf)











































