Amir mengajak serta wartawan dari berbagai media massa untuk meliput sidak di Rutan Salemba. Tujuannya agar melihat kondisi Rutan Salemba saat ini secara langsung.
"Kami tidak ingin bantah membantah. Toh, Anda sudah melihat sendiri faktanya sehingga penilaiannya menjadi objektif," kata Amir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan informasi yang disampaikan Syaripudin tidak benar. Demikian pula dengan video karya Syaripudin.
"Bahwa apa yang diinformasikan ke mana-mana oleh dia (Syaripudin) itu tidak benar. Katanya, dia mau menunjukkan pada kami tentang yang dia publikasikan ke mana-mana itu. Tetapi nyatanya dia tidak hadir.
Padahal, dia mau tunjukkan apa-apa yang dipublikasikannya seperti sel mewah," papar politisi Partai Demokrat ini.
Syaripudin datang pukul 11.45 WIB. Ia datang setelah Amir dan Denny selesai sidak. Mereka akhirnya sempat bertemu sejenak sekitar 2 menit di dalam Rutan Salemba secara tertutup. Syaripudin mengaku Amir emosi dengan pernyataannya di media.
Amir juga menilai video Syaripudin tidak jelas. "Publikasi yang ada gambarnya itu, saya rasa tidak jelas. Maka itu saya ajak kalian ke sini, saksikan sendiri dan ini faktanya," kata Amir.
Wakemenkum HAM Denny Indrayana juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, blok Rutan Salemba yang divideokan oleh Syaripudin kini sudah berubah.
"Kalian lihat sendiri kan bloknya sudah berubah. Tetapi itu tanpa menafikan realita yang ada. Ini menjadi PR kita," kata Denny.
Ketika ditanya mengenai sel yang overcapacity, Denny menjawab hal tersebut ada sangkut pautnya dengan masalah anggaran.
"Itu terkait persoalan anggaran lagi dan Pak Menteri akan adakan meeting LP di seluruh Indonesia. Apakah bisa dilakukan mutasi napi untuk mengatasi overcapacity. Lintas provinsi juga tidak masalah. Tetapi tunggu dulu, kita lakukan meeting terlebih dahulu. Tetapi nanti masalahnya kendala dengan yang menjenguk apakah mau jauh-jauh," papar Denny.
(aan/vit)











































