Hal ini disampaikan oleh Daeng Sampara, sopir angkot jurusan Veteran-Kampus 02, saat ditemui detikcom, Rabu (16/11/2011).
Menurus Sampara, omzetnya menurun akibat peristiwa tawuran dan kebijakan Rektorat Unhas yang meliburkan mahasiswanya. "Banyak mahasiswa yang tinggal di bagian kota, malas ke kampus karena khawatir jadi korban tawuran. Hari ini juga jumlah penumpang kurang dari hari-hari biasanya," ujar Sampara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampara yang hanya berpendidikan SD mengaku prihatin dengan maraknya tawuran yang dilakukan oleh kalangan berpendidikan tinggi. Ia mengaku heran kenapa mahasiswa gampang terprovokasi untuk melakukan pembakaran kampus.
"Sebagai rakyat biasa, saya prihatin dengan adik-adik mahasiswa, gedung-gedung kuliah yang mereka bakar itu kan dibangun menggunakan uang rakyat, kenapa mereka tega melakukannya," tandas Sampara.
Sementara itu, Rektor Unhas Prof Idrus meliburkan mahasiswanya dari segala aktivitas perkuliahan Rabu hari ini. Namun, jika Kamis (16/11) besok masih dipandang rawan terulang tawuran maka kebijakan meliburkan mahasiswa masih akan terus diberlakukan. Situasi kampus hingga saat ini masih dalam penjagaan ketat oleh aparat kepolisian.
(mna/nwk)










































