Namun demikian, M Nuh, justru balik bertanya ketika ditanya sebagai pejabat negara apakah dia hidup mewah atau tidak.
"Kamu sendiri menilai saya sederhana atau mewah? Intinya kan bukan berarti kita harus hidup miskin," jawab Nuh sambil tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dia, kehidupan yang sederhana adalah lawan dari kemewahan dan tetap harus didorong. "Janganlah kita bermewah-mewahan," kata dia.
Nuh berpendapat miskin dan sederhana itu berbeda. Apabila dikaruniai rezeki tetap harus disyukuri. Jika dikaruniai rezeki berlimpah maka harus melihat sekelilingnya.
"Intinya, saya sangat setuju untuk menerapkan pola hidup sederhana baik dari perspektif agama atau pun pendidikan. Kita diajarkan untuk tidak hidup bermewah-mewahan. Tetapi bukan berarti kita dilarang untuk kaya. Tetap kita harus kaya tetapi kekayaan kita dipakai untuk sesuatu yang produktif, untuk dukung masyarakat yang kurang beruntung," papar Nuh.
"Kalau dari segi pendidikan, masyarakat kan tidak hanya belajar dari sekolah. Jadi saya sarankan para pejabat dan para pimpinan untuk memberi panutan yang baik ke masyarakat. Jadi jangan pamerkan kemewahan kita kepada masyarakat," lanjut dia.
Nuh juga setuju dengan pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyentil gaya hidup mewah pejabat negara dan anggota DPR yang dapat menjadi akar korupsi.
"Dalam aspek apa pun itu semua bisa mengarah ke korupsi. Hidup mewah-mewahan bisa menjadi akar korupsi. Saya setuju dengan pidato Beliau. Jadi sudahlah kita hidup sederhana saja dan itu harus kita ajarkan ke masyarakat," kata dia.
(aan/fay)










































