Byurr! Candi Borobudur akan Dimandikan 19 November 2011

Byurr! Candi Borobudur akan Dimandikan 19 November 2011

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2011 12:17 WIB
Byurr! Candi Borobudur akan Dimandikan 19 November 2011
Jakarta - Sisa-sisa debu vulkanik Gunung Merapi ditengarai masih ada yang menempel di badan Candi Borobudur. Karena itu, candi dengan tinggi asli 42 meter ini akan dimandikan pada 19 November mendatang. Byurr!

"Borobudur kan selama ini tertutup lumpur, hampir 2,5 cm sehingga kita bersama relawan yang lain dibantu oleh LSM akan membersihkan candi Borobudur pada 19 November nanti. Acara pencucian ini juga merupakan bentuk dukungan dari UNESCO," kata Wamendikbud Bidang Kebudayaan Windu Nuryanti usai konferensi pers tentang kunjungan UNESCO ke Indonesia di Kantor Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (16/11/2011).

Dia mengatakan, UNESCO merasa Candi Borobudur adalah miliknya. Karena itu, badan PBB yang membidangi masalah pendidikan dan sosial budaya ini langsung memberi perhatian begitu candi tersebut terkena semburan debu gunung Merapi pada tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan ada teknis-teknis tertentu yang akan dipakai untuk membersihkan candi tersebut. Namun Windu tidak tahu apakah dibutuhkan bahan kimia yang dicampur untuk memandikan candi yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, itu.

"Kalau untuk bahan kimianya saya tidak tahu, tapi yang jelas sebisa mungkin pencucian ini tidak merusak bangunan asli Candi Borobudur," ucapnya.

Pemandian Candi dimulai tanggal 19 November, sehingga area candi umat Buddha itu akan ditutup sementara. Kemudian pada 20 November mendatang, candi itu akan dibuka lagi untuk umum.

Sekitar 400 lebih relawan akan turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga dari internasional.

Terkait biaya, Windu enggan menyebut angka. Yang jelas, ada sponsor dari 16 perusahaan besar yang tidak dia ingat namanya. "Dari pusat sendiri ikut membantu menyediakan dana. Nanti akan ikut disaksikan Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova. Relawan yang ikut membersihkan candi nantinya akan mendapat penghargaan dari UNESCO," papar Windu.

(vit/nwk)


Berita Terkait