Agar lembaga pemeriksa di setiap negara anggota ASEAN efektif, dibentuk ASEAN Supreme Audit Institution (ASEANSAI).
Peresmian ASEANSAI ditandai penandatanganan dokumen pembentukannya oleh 10 ketua BPK negara-negara ASEAN, Rabu (16/11/2011) di Nusa Dua, Bali. Peresmian dilanjutkan dengan konferensi pertama ASEANSAI yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tempat sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya ekonomi kami yang terpuruk, tapi juga sistem politik," imbuh SBY.
Menjadi tugas dan tanggungjawab ASEANSAI mencegah pengalaman buruk itu terulang. Yaitu dengan cara mempromosikan pengelolaan tata keuangan yang lebih transparan dan akuntabel demi memajukan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
"Lembaga pemeriksa bertanggung jawab mencegah pemborosan dan korupsi uang rakyat," tegas SBY.
Di dalam sambutannya, Ketua BPK Hadi Purnomo menyatakan bahwa pembentukan ASEANSAI adalah hasil kerja luar biasa. Persiapan pembentukannya hanya sembilan bulan sejak ide perlunya upaya peningkatan kapasitas lembaga pemeriksa anggota ASEAN mulai muncul.
"Jarak antara pembentukan ASEANSAI dengan asosiasi badan pemeriksa se-Asia mencapai 33 tahun," ujar Hadi.
(lh/mad)











































