Teten Masduki Siap Beberkan Bukti Korupsi Puteh
Kamis, 15 Jul 2004 18:14 WIB
Jakarta - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Teten Masduki menyatakan siap bila dimintai data soal data atau bukti dugaan mark up pembelian helikopter Mi-2 yang melibatkan Gubernur NAD Abdullah Puteh. Sebab, data tersebut juga sudah dimiliki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Silakan saja, orang saya mendukung KPK dan datanya sudah di KPK. Kok, tanya ke saya. Saya tidak akan menanggapilah," kata Koordinator ICW Teten Masduki kepada wartawan di gedung KPK, Jl. Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2004). Hal itu disampaikan Teten menanggapi pernyataan para pengacara Abdullah Puteh yang meminta LSM jangan banyak bicara dan minta bukti-bukti atas kliennya itu.Terkait soal keabsahan data yang dipertanyakan pengacara Puteh, Teten mengaku ICW merupakan bagian dari sejumlah LSM di Aceh yang concern terhadap masalah korupsi. "Saya kan bagian dari temen-teman di Aceh untuk mendorong proses hukumnya. Tentu saja kami siap, yaitu melakukan pengawasan proses hukumnya. Sayakira itu akan kita lakukan," tambahnya.Walau Teten mengaku dia tidak melakukan investigasi secara langsung, tapi beberapa LSM seperti SAMAK dan SORAK di Aceh merupakan bagian dari ICW telah melakukannya. Bahkan LSM di Aceh telah lama berteriak soal korupsi di Aceh, tapi di tingkat local sudah macet. Namun data yang dimiliki sudah diserahkanke KPK.Sementara soal, permintaan sejumlah LSM agar Presiden Megawati memberhentikan sementara Puteh, tak lain agar penyidikan yang dilakukan KPK lebih efektif, dan tidak bermuatan politis. Bukan hanya para pengacara, Mendagri Hari Sabarno juga meminta agar KPK lebih fokus soal korupsi, tidak meributkan masalah nonaktif tersebut."Saya kira permintaan KPK untuk memberhentikan Abdullah Puteh itu dalam konteks untuk mengefektifkan kewenangan KPK dalam proses penyidikan," kata Teten.Sebab menurut Teten, dalam UU No. 30/2002 tentang KPK, KPK sudah pada jalur yang benar. Jadi saya kira jangan dibelokan menjadi persoalan itu," katanya menanggapi pernyataan Hari Sabarno beberapa hari lalu.Selain Teten Masduki, yang datang ke gedung KPK adalah enam mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa se-NAD. Mereka adalah perwakilan mahasiswa dari Universitas Syah Kuala, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Serambi Mekah, Universitas IAIN Ar-Raniry, Abulyatama Aceh dan Universitas Iskandar Muda. Mereka datang guna mendukung KPK untuk menyelesaikan kasus Abdullah Puteh.
(nrl/)











































