Dengan menggeser orang-orang yang selama ini vokal dari posisinya, PKS punya cukup alasan untuk bertahan di koalisi. Mencoba bermain aman, setelah sempat melontarkan isu keluar koalisi pasca kehilangan seorang menteri.
"Sebetulnya positioning PKS agak berbahaya sejak mereka aktif melontarkan ancaman-ancaman pada PD dan SBY jelang reshuffle," ujar Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali kepada detikcom, Rabu (16/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum PKS amat kalah dalam positioning. Aneka komentar plin-plan PKS selama ini sudah mengurangi kredibilitas PKS," kata Effendi.
Digesernya Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua Komisi hukum DPR ke komisi BUMN, menurut Effendi karena adanya pertentangan antar faksi di tubuh PKS. Effendi menilai Fahri sebagai politisi yang vokal terhadap pemerintahan SBY-Boedino.
"Saya lihat digesernya Fahri lebih pada pertentangan antara faksi yang berani keluar dari Setgab dan melawan kebohongan rezim dengan yang tidak berani keluar," tambahnya.
Apakah Fahri digeser karena pertentangan antara faksi Keadilan dan Sejahtera diinternal PKS, Effendi tidak mengetahui secara pasti. "Kalau soal Fahri apakah pertentangan faksi Keadilan dan Sejahtera saya tidak tahu persis," tandasnya.
(did/van)











































